Jumat, 16 Maret 2012

Tuhaann....Cobaan kah ini??

"Tuhan...cobaan kah ini?", itulah kata-kata pertama yang terlintas dibenakku pagi ini setelah ku terima kabar yang kurang baik dari mama ku pagi ini. Sedih........kaget.....dan takut itu membaur jadi satu. Aku juga marah,tapi aku pun ragu harus marah pada siapa. Siapa kah yang bersalah dalam hal ini??Aku bingung. Hanya katakutan lah rasa terbesar yang aku rasa. Apa yang yang tengah dan akan terjadi diseberang sana? Akan bagaimana keadaan disana? Aku rindu. Aku ingin segera pulang. Aku ingin menginjakkan kaki dirumah pagi ini. Aku ingin menyaksikan sendiri apa yang terjadi. Aku ingin menyaksikan sendiri bahwa keadaan dirumah saat ini baik-baik saja. Tapi tak mungkin....Aku disini dengan semua rutinitasku. Tak mungkin pulang tanpa rencana seperti ini. Pasti tak akan ada izin dan biaya juga untuk pulang sekarang. Aku memang akan pulang, tapi nanti. Nanti setelah UAS selesai. Aku tak sabar rasanya ingin segera sampai di bulan Juli. Huffff.........................

Sesuatu telah terjadi. Memang, setelah beberapa bulan aku disini keadaan sangat banyak yang berubah. Banyak hal yang telah terjadi. Baik yang aku harapkan maupun yang tidak. Banyak hal yang terjadi dengan keluargaku. Aku mencoba ingat-ingat semua rentetan peristiwa itu. Mulai dari nenekku yang jatuh dikamar mandi, sakit dalam perawatan kurang lebih 2 minggu, dan berakhir dengan beliau menghadap sang khalik tepat tanggal 25 Desember 2011 kemarin. Sedih.......Kaget......Aku tak kuasa menahan tangisku pagi itu saat papa ku memberitahukan kabar duka. Aku sedih..........Nenek pergi tanpa ada aku disisinya. Tapi aku mencoba ikhlas. Mungkin memang begitu jalannya, beliau pergi disaat aku jauh. Aku sayang nenek......semua tentang nenek tak kan aku lupa. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, beliau adalah nenek terbaikku. Aku tau beliau sangat menyayangi kami. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.....Istirahat dengan tenang Mak. Uniang sayang Amak.....Insyaallah uniang bakalan sukses, biapun Amak dak bisa marasoan jo malieknyo, Amak pasti sanang lo disitu kalau kami cucu-cucu amak sukses.:)

Selanjutnya, ku dengar lagi berita tidak enak. Terjadi perselisihan antara keluargaku dengan tanteku. Mungkin ini hanya sekedar kesalahpahaman, tapi tetap saja ini sebagai masalah. Alhamdulillah, sudah ada jalan keluar dengan di ambil satu solusi yang dianggap aman, meskipun sampai sekarang, hubungan antar kedua belah pihak masih kurang enak, masalah ini  di anggap selesai.

Kemudian, kakakku. Entah kenapa, aku juga bingung dan tidak mengerti. Aku menerima kabar bahwa salah seorang kakakku tiba-tiba aneh. Terjadi perubahan perilakunya. Dan semua itu diduga berawal dari kedekatannya dengan seorang pria yang sepertinya telah membuatnya jatuh cinta terlalu jauh. Sampai-sampai dia menentang kakak tertua kami. Dia seolah keberatan dengan kehadiran kakak pertamaku bersamanya dan seolah-olah tidak menghargai kakak sulung kami sama sekali. Aku ingin memberi penyelesaian dalam masalah ini, tapi aku bingung. Aku merasa tidak punya cara untuk masuk ke ranah ini. Sulit dan abu-abu untuk di jelaskan. Aku takut memasuki ini karena takutnya akan meningkatkan kesalahpahaman dari mereka berdua. Diduga juga ada orang ketiga yang memanfaatkan situasi ini, tapi aku tak berani berburuk sangka dulu.

Sebelumnya juga ada masalah antara kakak sulungku dengan laki-laki dimasa lalunya. Diduga dia di obat-obati oleh cowok dimasa lalunya. Hingga dia tidak bisa lepas, dan cenderung di perbodoh oleh tindakan-tindakan yang dia tahu sudah tidak sepantasnya untuk dilakukan. Dia terjebak pada cinta yang salah. Tapi alhamdulillah masalah ini sudah selesai. Kakakku insyaallah telah sembuh. Oleh karena itu dia dikirim ke Jakarta agar dia tidak terjebak pada lembah masa silamnya lagi di Pekan Baru.

Aku juga telah dikasih tau bahwa keluarga kami membeli sepetak rumah baru di sebuah tempat di pusat kabupaten. Terdengar nada sangat bahagia dari papa ku terutama, beliau sudah memiliki tempat baru untuk melepas penat. Rumah kita yang sekarang dirasa kurang nyaman karena memang orang-orang disekitar rumah yang sebenarnya saudara itu dirasa sangat tidak sejalan. Dan aku hanya ikut senang dengan berita itu.:)

Dan sekarang, pagi ini aku dapati lagi kabar kurang baik. Papaku sakit. Yaa....sakit yang diduga di manipulasi oleh personal. Astagfirullah...Aku kaget dengan berita ini. Aku takut......Banyak berita yang tidak enak dengan masalah-masalah seperti ini. Aku marah....Tapi aku pun sadar bahwa ini terjadi karena izin Allah. Dan aku pun bertanya, "Tuhan....cobaankah ini?? Kenapa baru beberapa bulan aku tinggalkan, beberapa situasi telah berubah?". Lindungi lah keluargaku ya Allah. Lindungi kami dari kejahatan-kejahatan baik yang berasal dari dalam diri kami maupun diluar diri kami. Sembuhkan papa ku. Dapatkanlah semuanya berjalan normal. Aku sayang mereka ya Allah. Jangan biarkan sesuatu yang buruk menimpa mereka. Aku ingin papa kembali pulih, dan semua keluarga kami terlindungi dari hal-hal jahat.

Semua ini terasa komplit. Seolah-olah aku memang harus menjalani tantangan-tantangan besar untuk sampai dan berada disini. Harusnya aku juga bisa memberikan hal yang luar biasa untuk mereka yang sangat ku sayangi. Tapi apa yang sudah aku berikan? Apa indikator keberhasilan yang telah aku raih dan pantas untuk aku banggakan untuk mereka?? Belum ada. IPS kemarin juga masih dibawah standar. Cuma 2,77. Ya Allah.....apa saja yang telah aku lakukan disini??Mudahkanlah jalan dan rencana-rencanaku. Berikan aku yang terbaik disini, dan memberikan yang terindah untuk keluargaku. Janganlah aku menambah berat beban mereka. 

Aku mencoba untuk mengajukan beasiswa, namun sampai hari ini tak satupun beasiswa yang aku ajukan itu jebol. Kecewa. TApi aku tak mau terlalu kecewa. Aku berusaha percaya bahwa semua ini karena izin Allah. Mungkin ada yang lain yang disiapkan untukku. Allah.....pintaku, limpahkan rahma dan karuniamu selalu. Jangan bebankan kepadaku beban yang tak sanggup aku memikulnya........

Aku Tau Engkau Tak Pernah Tidur....
Laaa haula walaa kuata illa billah.....

Rabu, 14 Maret 2012









TERKADANG......
JALANAN INI TERASA BEGITU SESAK....
RUMIT, BERBATU DAN TERJAL

TAK JARANG MEMBUAT AKU PENAT
TERTATIH..
DAN LETIH...
LENGKAP...


SUSAH DAN MUDAH ITU MENGISI RUANG JUANGKU....
MENGISI DENGAN SANGAT NYATA...

MEMBUAT AKU TAK INGIN BERPALING..
AKU TAK INGIN MENYERAH...
MESKI KADANG HATIKU  TAK BISA TERIMA...

AKU TERUS MEMBERI ALASAN PADA DIRIKU SENDIRI...
BAHWA AKU HARUS IKHLAS...
MENJALANI TAHAP DEMI TAHAP DENGAN TULUS IKHLAS...

ANGGAP SAJA INI SEMUA SEBAGAI RANGKAIAN PERMAINAN...
TAHAP DEMI TAHAP PASTI KAN USAI 
BERGANTI DENGAN LEVEL YANG LEBIH BERAT...

SEMANGAT...
IKLHAS LAH......
GAK ADA YANG SALAH....
HANYA AKU PERLU MEREDAM...
BIJAK DALAM MEMPOSISIKAN DAN MEMAKNAI 
APAPUN YANG TENGAH AKU HADAPI...

JALANAN BURUK INI PASTI AKAN BERAKHIR...
DI UJUNG SANA ADA PEMANDANGAN INDAH YANG KU DAMBA...
INGIN  CEPAT SAMPAI??

BERJALANLAH...
KALAU MUNGKIN UNTUK LEBIH KENCANG,,,
BERLARILAH......
JANGAN MENGELUH....
SEMUANYA HANYA TERSERAH AKU....


CEPATLAH.....
TAMAN ITU AKAN DEKAT JIKA AKU DEKATI......
KERIKIL DAN TANJAKAN TAJAM ITU TAK KAN MELAWAN JIKA KU PIJAK...
HANYA BUTUH TEKAD DAN JUANGkU UNTUK MELEWATINYA.....

No One.....And Nothing..

Percaya dan harapan yang lebih terhadap orang lain adalah hal yang lumrah. Dalam berbagai proses dalam keseharian, kita memiliki ikatan yang yang lebih dengan individu lain, baik secara kita sadari maupun tidak. Semuanya mengalir dengan begitu alami hingga kita sampai pada satu titik dimana kita menjadi percaya dan memiliki harapan terhadap individu tertentu. Namun, disaat kita memutuskan untuk percaya dan menaruh harapan besar memberi arti bahwa zona hati-hati telah kita masuki. Kenapa??

Yaa...ada kemungkinan kita akan kecewa dibalik kemungkinan harapan kita akan terpenuhi. Kita harus menyadari dan realistis bahwa kemungkinannya adalah 50:50. Kita siap bersyukur kala harapan dan kepercayaan itu tepat pada sasarannya dan siap untuk tidak kecewa terlalu dalam kala harapan serta kepercayaan itu tidak sesuai dengan harapan.

Kepercayaan dan harapan yang berlebihan akan berefek buruk pada pribadinya sendiri. Kan memang sudah merupakan pengetahuan umum bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu ga baik, begitu pula dalam konteks ini. Terlalu percaya, akan membuat kita sangat kecewa apabila pihak yang kita percayai itu tidak memenuhi kriteria yang kita percayai. Hal ini akan membuat kita kecewa teramat dalam, hingga berakibat pada gangguan suasana hati yang mungkin membuat kita membenci pihak yang bersangkutan atau mungkin tak henti-hentinya berpikiran buruk kepada yang bersangkutan. Begitu juga dengan menaruh harapan terlalu besar, ada kalanya harapan kita itu hanyalah sebatas pikiran kita, tapi tidak dengan orang yang kita harapkan akan memberikan sesuatu kepada kita. Kita harus siap bahwa nantinya harapan kita tidak terpenuhi karena memang keinginan kita dengan pihak tersebut tidak sejalan. Kekecewaan terhadap harapan yang tak terpenuhi itu juga bisa mengganggu psikologis kita yang dikecewakan. Oleh karena itu, hati-hati. Kita harus terbuka dan fleksible dalam menjalaninya. Ada banyak kemungkinan. Jangan percaya dan memiliki harapan yang berlebihan terhadap orang lain ataupun sesuatu. Karena, terdapat banyak kemungkinan, dan kita harus siap dengan semua kemungkinan itu agar pada akhirnya tidak kecewa terlalu dalam. Jalani saja dengan apaadanya.....Lakukan yang terbaik dimana pun, kapan pun dan untuk siapa pun. Karena setiap kebaikan pasti akan berujung baik. Tidak perlu menyertakan harapan dan kepercayaan yang terlalu besar.

                                                                      *************************************

Minggu, 11 Maret 2012

Where Is Your Family..??

Apa sih yang telintas di otak kalian saat di bahas tentang keluarga?? Pasti yang lansung muncul d pikiran kita itu adalah bayangan rumah kita, ada orang tua, saudara, adik, kakak, anak atau istri atau elemen-elemen kelurga lainnya. Lalu apa sih deskripsi keluarga itu sebenarnya??



Well, keluarga itu adalah kompleksitas. Kompleks, kenapa?? Karena memang kompleks....saya sendiri bingung unttuk merangkai kata tentang sekedar definisi dari kelurga itu. yang saya tau hanya:

Keluarga membuat saya terlahir kedua ini,
Keluarga membuat saya merasakan dunia, bernapas,tertawa,nangis, serta semua warna-warna dunia lainnya,
Keluarga membuat saya bahagia,
Keluarga membuat saya belajar,
Keluarga adalah asal saya,
Keluarga memberikan saya cinta,
Keluarga memberikan saya semangat,
Keluarga memberikan saya ketulusan,
Keluarga mengajarkan saya peduli,
Keluarga mengajarkan saya tanggung jawab,
Keluarga memberikan saya prinsip,
Keluarga membuat saya tumbuh,
Keluarga memberi saya materi,
Keluarga membuat saya tertawa,
Keluarga membuat saya bermimpi,
Keluarga memberikan semua yang saya butuhkan....
Keluarga menemani saya sepanjang hayat...
Keluarga saya adalah jati diri saya...
Keluarga saya adalah saya...
Keluarga adalah elemen utama dalam diri saya...
Saya adalah keluarga saya dan keluarga saya adalah saya..
Yaa....Keluarga adalah awal dan muara semuanya setelah Allah SWT

Lalu dimana kamu menempatkan keluargamu??


Saya terus berpikir dan merasakan, hingga akhirnya saya menulis tulisan ini. Keluarga kita adalah Orangtua, Saudara, Adik-Kakak, dan elemen-elemen keluarga lainnya. Seberapa besar sih cinta kita dengan keluarga?? Sangat besar...Sangat kuat ikatannya. Lalu apa benar hanya keluarga inti saja yang bisa disebut keluarga?? Tidak begitu juga. Kita bisa memiliki keluarga dimana pun. Asal kita bisa menjalin hubungan baik dan memiliki ikatan yang tulus kekeluargaan itu bisa dibina, Siapapun bisa menjadi keluarga kita. Teman bisa menjadi keluarga, sahabat bisaa menjadi keluarga, rekan kerja, tetangga, pokoknya siapapun. Tapi masalahnya, acap kali terjadi kesalahan dalam perjalanan itu.

Oke, akan saya coba menjelaskan.
Ingat gak sama tanggal lahir orang tua?
Ingat ga sama tanggal lahir kakak, adik, nenek, kakek??
Tau ga ukuran sepatu sama baju semua anggota keluarga?
Buat lagi jauh dari rumah, dalam seminggu nelpon orang tua, saudara atau keluarga berapa kali?
Kalo ada anggota keluarga yang ulang tahun dikasih kado sama surprise ga?
Kalo sedih cerita sama siapa?
Kalo senang crita sama siapa?
Kalo misalnya liburan, yang dibayangin duluan mau ketemu siapa?

Hmm.....mungkin masing-masing kita punya jawabannya. Tapi, kebanyakan dari kita saya udah tau jawabannya. Emmm....Ada kecenderungan, kita tidak mengetahui detail-detail kecil dari keluarga kita sendiri. Mungkin memang hal-hal yang saya tanyakan barusan itu hanya hal-hal simple, sangat simple. Tapi hal simple itu lah yang bisa menjadi sangat penting.Hal-hal simple itu yang saya amati sebagai pembanding tentang penempatan kita terhadap keluarga dengan orang lain yang kita anggap berarti. Sedih memang, disaat seorang anak lupa tanggal lahir orang tuanya, tapi tanggal lahir teman-temannya dia ingat. Saat seorang kakak memberi surprise buat pacarnya, tapi buat adiknya sendiri ga ngasih ucapan selamat ulang tahun sama sekali. Seorang anak membagi keluh kesahnya kepada orang lain, tanpa satupun dari anggota kelurganya. Saat Liburan kuliah memprioritaskan waktunya hanya untuk kumpul sama teman-teman atau pacar dan melewatkan acara keluarga yang mungkin penting. Kenapa?? Kenapa lebih memprioritaskan hal lain daripada keluarga sendiri?? Kenapa cenderung memberikan perhatian lebih serta waktu yang lebih banya untuk sesuatu ikatan yang cenderung masih bersifat sewaktu-waktu. Okelah memprioritaskan teman dekat, tapi sekuat apapun hubungan itu, masih bisa putus. Oke lah memprioritaskan teman, tapi banyak pertemanan itu yang hanya beberapa waktu.Bukannya parno, tapi begitulah kenyataannya. Ga ada yang paling care, sayang dan tulus selain keluarga sendiri. Jangan mengenyampingkan keluarga hanya gara-gara kesenangan yang sesaat. Itu adalah kesalahan yang sangat besar. Hanya keluarga yang benar-benar ada dikala susah dan senang. Keluarga itu adalah diri kita sendiri loh.....Itu hanya contoh-contoh kecil saja.Itu adalah gambaran kesalahan kita dalam menempatkan keluarga. Meskipun tidak menuntut apa-apa, kenapa sih tidak memberikan prioritas, peduli dan posisi yang lebih baik kepada keluarga sendiri pada hal-hal lain??






Bukannya menutup dari kekeluargaan yang lain, kita butuh itu semua. Tapi yang jadi sorotan disini, tempatkan lah keluarga pada tempat yang seharusnya. Jangan mengenyampingkan keluargamu sendiri. Keluarga adalah kamu, dan kamu adalah keluargamu. Utamakan keluargamu setelah Allah SWT. Karena, tidak ada cinta yang lebih besar setelah cinta Allah selain cinta mereka, Keluarga mu sendiri. Inti dari tulisan ini, berikanlah perhatian, kepedulian, waktu dan cinta yang tulus dan ikhlas kepada sesama disekitar, terutama pada keluarga sendiri. Mulailah membagi cinta yang besar itu kepada Allah, dirimu, Keluargamu barulah kemudian kepada orang-orang disekitarmu.


                                                                                            =====I LOVE MY FAMILY====


There are that I want To be, I want To Get, an I want To Feel

Well, everyday I always think about anything I want to get. Whenever I know about something i said "I Want To Know About It".....when i meet with anyone that give me inspiration, I said"I Wanna Be Like That".....
I have heard on much time that the inspirational people said," whenever you have a dream just write that...your unconscious world will do that naturally''. Because of that, i interest to write them.......I will make a list about anything I need on my own world....my future in my concept.....:)




  1.  I wanna have a good skill and knowledge about desain(it's about interior desain, web desain, blog desain and manything about IT and desain). I hope that i can operate the applications professionally.
  2. I wanna get IPS >= 3,5 at this semester.
  3. I wanna have a good skill on English Language in oral, listening and writing.
  4. I wanna go to Bali at my second year at jogja
  5. I wanna go to Bromo at my UAS holliday may be at July 2012
  6. I want to play guitar beautifully (I like singing, I hope i can play guitar and sing a song by my own accoustic play).
  7. I wanna be an Hafidzah at least the 30th juz
  8. I want to join at Internet Marketer and get fee from it (But to joint it, I have to follow a course but it's fee so expensive, i'm not feel free to pay as it much as).
  9. I wanna be a writer, maybe as an artikeler.....I wanna have my own book at my 4 th years from now
  10. I wanna join the PKM challenges
  11. I wanna have a TV at my own room(kos)
  12. I wanna have many friends
  13. I wanna get the Schoolarship
  14. I wanna have best friends 
  15. I wanna have relationship with an expected man( i dreamed  of someone that makes me fall in love with his kindness, his religion, responsibility, his smile, his knowledge and anything good from him)
  16. I wanna give my own contribution to the underlined people..
  17. I wanna back home at july 2012 and enjoy my mothers cookery...hmmm yummy...i miss them very much
  18. I wanna pass my s1 at UGM at longest 4 years
  19. I wanna have  may own company(but i still in doubt about my product, cause to day i still have no skill and idea about it. I only know that i dreamed of my own company).
  20. I wanna go to Makkah with my parents. And I pay all the cost.
  21. I wanna get may s2 degree at UK and go around the world
  22. I wanna see the mummy at egypt in live
  23. I wanna give my parents a comfortable house.
  24. I wanna be a lecturer at the presticious University.
  25. I wanna live at USA and build my own family and my dreaming house there for some years.
  26. ...........
  27. .............
  28. ...................to be continue..:D 

About Me According To Ipersonic

Your iPersonic Type: The Engaged Idealist


Engaged Idealists like you are extroverted and helpful. Others find you to be very congenial and inspiring - especially as you are always willing to see the best in the other person. Your humour, your energy and your optimism attract other people. Engaged Idealists are very good at communicating and are good at convincing and firing on others. That is why it is a matter of course that you often take over the leading role in groups. Your personality type often produces very charismatic persons.

Engaged Idealists have an unusually strong ability to empathise. You are tolerant and generous towards others; you sometimes tend to idealise your friends. You always try to suit everybody and want your relationships to be harmonious and satisfactory. To achieve this, you are prepared to invest a great deal and to put your requirements last. As Engaged Idealists are very considerate, there is the danger of you sacrificing and overexerting yourself for others. In your job, you therefore have to be very careful not to develop a burnout syndrome.

As an Engaged Idealist you are one of the extroverted personality types. You enjoy working in a colorfully diverse group of people who interest and inspire you. Working in a “secluded room” is not your thing. You enjoy emphasizing with those around you and soon everybody senses the high priority and importance people represent to you. Therefore a team-oriented project is just right for you.

Your insight into human nature, your feel for your colleague’s and/or subordinate’s positive sides and potentials and your preparedness to encourage and support everyone around you to the best of your ability quickly brings them closer to you. People like to ask you for advice, appreciate your caring ways and appreciate to be taken under your wings. Within your means you are always available to others who need you because you yourself enjoy the ultimate gratification of being able to help others to make the best of themselves and to be successful mediating conflicts among people.

You are well suited to be an executive: It is difficult to resist your charisma, your enthusiasm and your ability to excite and motivate others. Authoritarian management attitudes are not your thing; it is your way to convince others of a project’s reason and significance who will then look forward to follow you voluntarily. You place a lot of value on creating the willingness to cooperate in others and with your gift to motivate that usually comes easy to you. You do not enjoy conflicts, need harmony and invest lots of energy and time in a good working climate and a harmonic relationship of your colleagues among each other.

Kamis, 01 Maret 2012

Talk About Feeling

Bicara tentang rasa adalah suatu yang simple tapi rumit. Rasa adalah hal yang aksesnya sangat gampang. Rasa berngaruh besar terhadap cara seseorang mengungkapkan rasa dan emosinya. Hal seperti itulah yang saya alami. Perubahan emosi membuat saya menjadi perangkai kata-kata seketika. Saya mendadak puitis, dan begitulah saya mengungkapkan emosi saya. Terlebih lagi saat sesuatu yang menyedihkan yang membuat saya galau, saya marah dan sedih membuat kata-kata menari-nari dibenak saya sehingga saya tidak sabar untuk meluapkannnya. Lalu bagaimana dengan Anda? Setiap orang memilik cara yang berbeda dalam meluapkan rasa dan emosinya. Ini adalah sekilas kulit paling luar tentang pembahasan rasa.Sekarang mencoba memasuki ranah yang lebih spesifik, saya ingin membahas tentang salah satu dari dari rasa itu. Yang paling besar itu adalah rasa cinta. Cinta itu sangat luas. Tapi disini saya ingin membahas tentang cinta terhadap sesama manusia yaitu terhadap lawan jenis.Bicara tentang cinta, saya bukanlah pujangga. Tapi saya ingin membagi tentang rasa cinta yang saya pahami. Entahlah......tapi memang seperti ini adanya. Dalam membagi cinta, saya sangat hati-hati. Akses cinta saya berbelit-belit sehingga saya butuh waktu yang sangat lama  untuk menyadari dan mendeklarasikan tentang cinta saya kepada seseorang. Entah lah saya terlalu hati-hati atau mungkin parno dengan cinta. Tapi memang seperti itu lah kehati-hatian saya untuk berbagi cinta. Saya adalah tipikal oranga yang mungkin sangat baku dalam hal ini, Saya susah untuk jatuh cinta dan saya susah untuk menghapus cinta yang pernah ada. Ini artinya saya sangat setia dengan cinta yang saya pilih. Saya sangat hati-hati. Namun, meskipun kehati-hatian itu sudah luar biasa, saya masih belum menemukan kisah yang  sempurna. Saya tetap mendapat hal-hal baru mengenai perasaan yang diluar dugaan saya yang sekaligus menjadi pelajaran buat saya. Dari semua itu, saya tetap merasa bersyukur dengan kekuatan hati saya untuk setia, dan tidak mudah untuk berpaling dari hati yang satu kehati yang lain dalam waktu yang singkat, karena saya menyadari cinta itu sakral, dan saya tidak ingin menebar cinta itu, biarlah cinta itu terpaut di singgasana hati yang luar biasa yang benar-benar pantas untuk dicintai. Saya menjaga hati hingga masanya tiba, saya dipertemukan dengan  Cinta Sejati saya di waktu yang tepat Oleh Allah SWT...:)