Tampilkan postingan dengan label just share my mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just share my mind. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2012

Prioritas

Sebagai kawula muda yang tengah bersemangat, tentunya kita memiliki banyak rencana serta target tentang pencapaian yang ingin kita peroleh dari waktu ke waktu. Semuanya telah terdaftar dengan rapi dan terlihat sama pentingnya. Semuanya berada di dereten pertama, ya karena hal itu benar-benar kita inginkan. Untuk pencapaian target-target tersebut pastinya kita harus melalui tahapan-tahapan yang mungkin tidak mudah. Butuh waktu, tenaga, cara, strategi serta kebutuhan lainnya. Meskipun kita sadar bahwa semuanya butuh proses, ga jarang kita berpikiran serta mengahrapkan semua target-target tersebut bisa tercapai dalam waktu yang singkat. Padahal kita tau, semuanya bukanlah hal yang gampang, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada baiknya dalam penyusunan target-target serta pencapaian tersebut kita harus berpikir lebih realistis dan tidak hanya mengutamakan ego semata. Siapa sih yang tidak mau semua harapan serta tujuannya tercapai dalam waktu yang singkat? Pastinya semua mengharapkan hal yang sama. Tapi secara realita, itu bukanlah yang mungkin. Kita butuh proses dan waktu. Makanya, dalam hal ini kita perlu menentukan prioritas. Yaa, kita perlu menyusun serta merentang prioritas dari masing-masing tujuan tersebut mulai dari yang major ke yang mikro. Ini artinya, apabila kita dihadapkan pada situasi yang dimana kita harus menghendel semua hal yang kita butuhkan itu kita bisa memilih sesuai dengan yang lebih tinggi prioritasnya. Karena, kita bukanlah makhluk luar biasa yang mampu melakukan semuanya dengan mudah seolah hanya kedipan mata. Yaa.....prioritas. Kita perlu merangking setiap rencana dan target dengan skala prioritas yang tepat agar dalam proses pencapaiannya kita bisa lebih terarah dan tidak menyampur baurkan tanpa dasar yang nantinya malah berakibat kita tidak mencapai apa-apa, karena tidak ada yang kita lakukan dengan maksimal.
Semangat....your dreams are on your hand..Your future is depens on you:D

Antara Tegas dan Keras

Ketegasan adalah konteks yang tidak asing lagi di ranah leadership. Bicara tentang kepemimpinan kita terus ditarik kedalam prinsip-prinsip utama kepemimpinan, salah satunya mengenai ketegasan. Menyinggung tentang ketegasan, saya sendiri mungkin paham tentang makna dari kata tegas itu. Saya bisa paham pendefinisian ketegasan itu. Namun apabila sudah memasuki ranah penerapannya dalam situasi nyata, saya bingung. Saya bingung untuk mengetahui tegas itu batasannya seberapa. Setiap kali mengambil keputusan, pasti yang terlintas dibenak saya tentang ketegasan, Yaa, bagaimana saya harus tegas dalam menyikapi setiap keadaan yang harus saya putuskan. Tapi yang menjadi masalah, disaat kita ingin mendasarkan pengambilan keputusan seringkali hal toleransi menjdi pengiring. Hal ini menyebabkan benteng bahkan batasan yang saya buat sendiri sudah otomatis terlanggar oleh beberapa alasan. Lalu apakah dalam konteks seperti ini  saya tidak tegas??  Tapi bagaimana mungkin saya terus memaksakan suatu keadaan sementara disisi lain hal itu perlu dikesampingkan oleh adanya situasi yang lebih urgent. Jujur, hal ini membuat saya dilema tentang ketegasan dan konsistensi. Yang paling mendasar disini adalah saya perlu tau batasan konsistensi dan ketegasan itu seberapa. Jangan sampai karena ingin memegang prinsip tegas dan konsisten kita menjdi keras. Namun apabila terlalu fleksibel itupun membuat kita tidak jelas dan seolah-olah tidak memiliki prinsip.