Sabtu, 31 Maret 2012

FOKUS pada Tujuan Awal



Yaa....FOKUS....dan FOKUS.......serta ingat tentang KONSEKWENSI...

Emang sih sekarang ini gue lagi sibuk kepengurusan-staf suatu organisasi. Dan emang alokasi waktu gue untuk organisasi ini sangat banyak. Lumayan menyita waktu dan ditambah lagi kendala dari gue yang gak tahan kantuk, sehingga ini memang menjadi kendala pada kelancaran proses eks dan juga kuliah gue. Jujur, sistem semester ini masih belum sesuai target gue. Meskipun awalnya enak, tapi kesininya memang menjadi ga efektif.


Sedih.........marah.....
Yaa, gue marah pada diri sendiri. Gue gak tegas dan masih belum bisa benar-benar patuh dan disiplin dengan rencana-rencana dan aturan yang gue bikin sendiri.
Mungkin gue salah dalam menyusun prioritas. Eh.......Bukan mungkin. Tapi emang salah...

''JAN SAMPAI GARA_GARA ***** TAKOMA LO KULIAH ANAK GADIH PAPA JO AMA NDAK...."

Itu lah kata-kata orang tua gue. Yaa,.....Allah, mereka sudah sangat percaya dan yakin pada kebijaksanaan gue. Betapa jahatnya gue kalau endingnya ga nagsih target yang bagus buat mereka. Hanya keberhasilan dan kesuksesan gue yang mereka butuh. Sementara keadaan gue sekarang kaya gini. Astagfirullah....................jangan jadikan hamba zalim.
 Semoga semua masih bisa gue atasin. Emang butuh kekuatan dan ketegasan ekstraa dalam hal ini. Gue ga mungkin terus seperti ini..



AYOOOO.....FIGHT...FIGHT........


YOU CAN DO IT WELL...


DON'T WANNA MAKE THEM DISSAPOINTED ON ME...!!


Bismillahhirrohamaanirrohim...
Allah....semoga belum terlambat untuk efektivitas belajar hamba. Tolong lah.....bantu hamba untuk fokus.....
Berikan hamba kekuatan dan kesempatan untuk memperoleh hasil yang bagus di UTS nanti. Jangan jadikan hamba anak yang zalim...

Toolong hamba yaa Allah...:)

Budayakan ""terimakasih"""

Terimakasih Bapak...
Terimakasih Ibuk....
Terimakasih mbak....
Terimakasih.........

Siapa sih yang ga suka kalau diberi ucapan terimakasih??

Pasti semua orang suka dengan kata-kata itu. Terimakasih ada kata yang sekilas sangat simpel dan terdengar biasa. Namun dibalik ke-biasa-annnya itu kata-kata itu adalah sebuah pemberian yang luar biasa. Kata terimakasih memberi kekuatan kepada orang yang dituju. Dengan terimakasih, seseorang merasa dihargai.

Dengan terimakasih, seseorang itu merasa dianggap berarti dan penting. Dan itu secara emosional memberikan bentuk kepedulian dan penghargaantersendiri. Dengan kata terimakasih dari orang lain, seseorang secara alami akan merasa telah memberikan sesuatu yang bermanfaat dengan orang lain. Dan memberikan kepuasan tersendiri buat individu setelah melakukan sesuatu.

Kala seseorang memberikan bantuan atau melakukan sesuatu untuk suatu keperluan atau untuk orang lain, yang mereka butuhkan hanyalah 'terimakasih'. Yaa.....sebesar atau sekecil apapun tindakan yang dilakukan oleh seseorang, mereka hanya butuh terimakasih. 'Terimakasih' sudah lebih dari cukup dari sekedar bayaran ataupun bentuk pujian lainnnya. Karena, secara alami manusia itu butuh dihargai dan ingin di anggap berarti.

Budayakanlah 'Terimakasih' kepada siapapun. Baik untuk kebaikan besar maupun hal kecil sekalipun kepada orang lain. Karena, sesungguhnya mereka hanya membutuhkan feedback seperti itu, bukan yang lain.......
Terimakasih, tanpa disadari juga mampu mengantarkan kita pada kedekatan secara emosional dengan orang lain...

Jumat, 23 Maret 2012

Akhirnya gue bisa ke gunung kidul....:D

Diluar rencana, tadi gue ikut jalan-jalan ke gunung kidul bareng anak-anak ***** yang secara ga sengaja ngajakin gue ikut bareng mereka. Awalnya gue udah ngerencanain ga mw kemana-mana hari ini karena gue mau fokus sama tugas-tugas sa.ma kuis gue. Entahlah....ini masih soal konsistensi dan fokus gw.....**gue mencata bahwa ini adalah kesalahan lama yang masih belum terbenahi....akhirnya setelah awalnya menolak, gw mengatakan ya untuk ikut ke pantai dengan mereka. Padahal, yang ikut acara itu umumnya anak-anak panitia ***. dan ga tau juga kekuatan dan rasa ga peduli dari mana, akhirnya gue nayaman-nyaman aja buat ikut bergabung, meskipun belum terlalu dekat.....

Yaa...awalnya gue emang sempat nolak. Namun, setelah dikasih tau kalo pantainya deket paling cuma butuh dua jam perjalanan dan bisa pulang lagi jam 12 akhirnya pertahanan gue goyah. Apalagi udah dikasih tau kalau pantainya bagus. Yaaa tau lah,gue paling ga tahan kalau udah berbau jalan-jalan. Gue mikirnya pantai apa.....ya udah gue ikut-ikut aja. Kan lumayan, udah di ajakin ini. Akhirnya, gue menunda jadwal pulang dan ikut jalan-jalan.

Perjalanan pun dimulai,,,,,wonosari dan berjejer lah nama-nama daerah lain yang entah apa lah gue ga ngerti. Semakin jauh kita berjalan.................dan tibalah di tanjakan berliku. Tanjakan lagi dan kelokan tajam dan begitu berkali-kali. Hingga gue ngeliat panorama yang bagus banget.......enak lah pemandangannya. Keren pokoknya..............dari situ masih belum tau kita menju mana. Hingga akhirnya gue sadar kalau kita lagi diperjalanan ke gunung kidul. Sebersit kebahagiaan muncul......Yeeeaa...akhirnya gue ke gunung kidul. Ternyata rencana Tuhan itu selalu indah. Meskipun gue harus mengorbankan rencana-rencana yang udah berbulan-bulan, akhirnya hari ini secara kejutan gue ada kesempatan untuk ke gunung kidul. "Alhamdulillah.....", bathin gue.

Dan perjalanan teruss berjalan, kita ngeliat tulisan selamat datang di objek wisata pantai gunung kidul. Gue mikirnya udh deket. Udah banyak panah-panah menuju pantai-pantai, goa sama air terjun gitu. Kita terus menyusuri jalan. Dan sudah sampai di padukuhan-padukuhan. Kita melewati puluhan kilometer, tapi masih belum ada tanda-tanda pantai. Gue mulai gusar dan capek duduk di motor. Ternyata sudah 2 jam perjalanan, jam sudah menunjukkan pukul 11. Kita terus berjalan, melewati jalan yang naik turun da berliku serta sempit. Gue sih cuma nebeng doank, kasihan orang yang ngeboncengin gue, tapi yaa mau gimana lagi. I cant do anything.

Tibalah kita di pelabuhan ikan ******. Gue mikirnya,"apaan nih...masa jauh-jauh kesini cuma mau ke dermaga doank?". Kita memasuki kawasan dermaga. Banyak kapal-kapal nelayan gitu. Bagus sih...........tapi tidak terlalu istimewa kalo menurut gue. Beristirahatlah kita disitu. Dan jarum jam semakin jauh beranjak. Dekat lah waktunya untuk sholat jum'at. Kita memutuskan untuk kembali ke parkiran dan mikirin gimana caranya para cowok sholat jum'at. Dan tiba-tiba hujan.....semakin lebat dan deras. Hingga kita semua harus berlarian untuk cepat berteduh d bawah karang.

Akhirnya kita meninggalkan dermaga, dan memutuskan para cowok sholat di mesjid yang ga jauh dari dermaga. Kita  menunggu diluar sampai akhirnya mereka selesai sholat jum'at. Alhamdulillah gue lagi ga sholat. Jadi yaaa...aman lah...

Kemudian kita melanjutkan perjalanan dan memutuskan untuk mencari pantai baru. Ya....ke pantai siung. Mulailah motor-motor itu kembali berarak-arak. Setelah jauh berjalan, baru disadari bahwa kita salah jalan, dan terpaksa lah kita membalik arah. Padahal itu sudah jauh banget. Hingga kita lelah dan belum menemukan pantai yang memuaskan. Gue juga belum makan apa-apa dari pagi. Mau ngajak makan juga ga enak, secara gue cm punya duit 10 ribu perak, kritis...wkkaakkakakakk

Setelah sekian lama, dengan di selingi juga 1 motor diantara kami jatuh karena jalanan licin...akhirnya kita sampai di pantai siung. Bagus..........tapi biasa sih kesan gue nyampe situ.Kita foto-foto. Gue ngelilingin karang.....dan akhirnya gue bilang kalau pantainya bagus. Kemudian kita makan. Habis makan, kita ngelanjutin lagi buat naik ke atas bukit untuk ngliat dari atas pemandangan dari atas. Kan sayang banget udh nyampe disitu tapi ga sekalian, kita ke atas dengan perjuangan yang lumayan, licin soalnya. Wow.......keren............itu lah kesan gue sesampainya di atas. Bener-bener keren dan enak banget ngeliat dari atas. Pokoknya wow deh.......... Foto-foto dilanjutkan. Dan gue mulai puas dan lelah dan buang-buang waktuku terasa mulai terbayar.

Kemudian kita turun dan mutusin untuk pulang. Kita melewati pantai sundak......dan ngelewatin persimpangan ke pantai-pantai lainnya. Kita berjalan pulang setelah sore. Apalagi di antara kami ada yang salah jalan. Kita harus menunggu lama banget. Dan langit semakin gelap...yaaa malam sudah tiba. Ternyata gue udah seharian bersama mereka. "Gimana tugas dan rencana gue hari ini??", bathin gue. HHHHfffffffttttttttttttttt....lagi-lagi inkonsisten...

Tapi ya sudalah.......artinya gue emang harus ekstra dalam 2 hari besok. Target tugas dan kuis harus selesai. Anggap hari ini dan kemarin yang nyantai sebagai bayaran untuk lembur dua hari kedepan.:)

Dan perjalanan panjang hari ini, ditutup dengan ngelewatin bukit bintang. Wow lagi..............bagus dan romantis banget.  Tapi ada yang ga enak,,,,,,pemandangan yang indah itu harus bercampur dosa. Dan berawal dari pemandangan itu gue memperoleh banyak pelajaran.
Alhamdulillah untuk hari ini.........


Fight...fight untuk tuga dan kuis yang HARUS gue kejar dalam 2 hari ini...:D

Kamis, 22 Maret 2012

What is the GOAL of being an University student??

Hmmm.....Apa tujuan kita kuliah???

Pertanyaan yang sangat simple dan terkesan retoris. "Yaa buat dapet kerja yang layak lah.....", mungkin itu jawaban paling umum. Tapi, coba deh dipikirin lagi. Jangan terlalu terburu-buru menjawab pertanyaan itu. Maknai dan resapi dalam-dalam pertanyaan itu!!

1

2

3

4

5
.
.
.
10

tetoooottttttttt................

Oke waktunya habis.
Apa sih yang terlintas dipikiran kita??


Untuk membahagiakan orang tua dengan IPK memuaskan,
Untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan penghasilan yang sesuai,


Ambil nominasi jawaban paling umum 2 hal diatas. Mungkin pilihan 1 bisa 98% benar. Tapi bagaimana dengan pilihan yang kedua?? Apa anda yakin dengan jawaban tersebut??

Enggak, lulus sarjana bukanlah jaminan seseorang itu bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai. Bukanlah jaminan seseorang itu  akan hidup berkecukupan dimasa depannya nanti. Lantas kenapa, melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi seolah-olah menjadi hal yang sangat penting dan wajib dipenuhi sebagai syarat masa depan yang cerah bagi sebagian besar masyarakat. Pendidikan tinggi dan kesuksesan masa depan seolah-olah menjadi biimplikasi. 'Kita bisa sukses dimasa depan, hidup berkecukupan jika dan hanya jika kita memiliki background pendidikan yang tinggi'. Tapi apa benar demikian???

Semakin kesini, saya menemukan jawaban apa tujuan saya kuliah. Dan biimplikasi kesuksesan dengan bermodalkan pendidikan minimal sarjana tidak sepenuhnya benar. Karena, ternyata sesungguhnya tujuan dan output dari bangku pendidikan itu bukanlah seperti itu. Dan disinilah saya menyadari kesalahan paradigma kebanyakan dari kita dalam memaknai dan meyakini tujuannya menjalani pendidikan tinggi.

Kuliah bukanlah untuk mendapatkan profesi yang layak, bukan untuk mencapai kehidupan yang serba berkecukupan, dan hubungan keduanya itu tidaklah mutlak. Jika kita mengartikan hubungan sukses dan pendidikan tinggi sebagai biimplikasi, itu adalah kesalahan yang sangat besar. Karena, faktanya banyak sarjana yang hidup di garis miskin dan tidak mendapatkan penghidupan yang layak karena dia hanyalah seorang tunakarya. Dan begitu juga sebaliknya, banyak diantara mereka yang tidak mengeyam bangku sekolah yang menjadi milyarder dan mendapatkan penghidupan yang serba berkelimpahan. Ironis...seolah-olah distribusi seperti itu tidak adil. Tapi begitulah keyataan....

 Dari fakta-fakta seperti saya menemukan suatu kesimpulan bahwa ternyata pendidikan tinggi itu adalah suatu sarana untuk kita belajar dan mengembangkan potensi otak, melatih kecersadasan, dan mempetajam kemampuan otak. Kalau otak kita tidak bekerja, kita seperti tidak hidup. Mugkin seperti itulah analogi ekstremnya. Belajar adalah sebuah kebutuhan. Hanya itu. Tapi belajar di akademik hanyalah sebagian kecil dari proses pembelajaran. Dan disinilah kesalahan paradigma yang kedua. Kita cenderung berpikir bahwa belajar hanyalah yang berhubungan dengan akademik. Padahal, banyak aspek lain yang memberi kita pelajaran tapi tidak kita sadari. Dan mungkin banyak juga mereka yang bagus di bidang akademiknya memperoleh profesi dan penghidupan yang sesuai harapan. Itu bukan karena semata kecerdasan akademiknya. Tapi juga oleh kemampuan lainnya yang juga terasah dengan baik. Sehingga potensi yang dia miliki berkembang secara seimbang. Dan keberhasilan itu pantas untuk dia dapatkan. Begitu juga dengan mereka yang background pendidikannya tidak bagus, mereka bisa berhasil karena potensi-potensi lain yang dia miliki berkembang dan di asah secara baik.

Nah...begitu juga dengan kita. Seharusnya, sebagai mahasiswa, akses kita pada semua aspek ilmu itu akan lebih bagus dari mereka yang tidak mengeyam pendidikan. Bukan bermaksud membagi kelas, tapi begitulah perbandingannya. Cuma, masalahnya kita cenderung monoton dalam menyikapi kesempatan-kesempatan disekitar kita. acapkali mengabaikan hal-hal yang sebenarnya penting hanya untuk hal-hal yang terkesan penting. Kita cenderung berpikiran sempit dan hanya mau tau tentang bidang keilmuan kita di kuliah. Padahal, kita sebenrnya membutuhkan semua aspek. Dan sebagai maahasiswa agar kita berkualitas dan benar-benar menjadi kaum intelektual secara utuh, kita seharusnya tau tentang banyak hal dalam berbagai aspek. Meskipun tidak terlalu mengetahui detailnya, setidaknya paham. Buktikan potensi yang kita miliki terasah sempurna secara seimbang agar kita berkualitas. Pelajari lah semua yang mungkin dipelajari. Jangan mengkotak-kotakkan ilmu. Karena ilmu itu satu.

Paradigma yang perlu diperbaiki. Belajar itu penting. Prestasi dan kecerdasan intelektual itu selalu perlu diasah. Dan untuk mengejar kesuksesan masa depan impian, banyak aspek yang perlu dipersiapan, dan ranahannya sangat banyak diluar sekedar kemampuan akademik. Karena sesungguhnya, akademik hanyalah secuil kecil dari sekian banyak pembelajaran itu. Kembangkan lah secara sempurna.

Jangan kuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Karena tujuan kuliah sebenarnya untuk meningkatkan kecerdasan otak yang secara tidak lansung berkorelasi positif dengan kesuksean tapi bukanlah biimplikasi. Keberhasilan dibagku kuliah ada kebutuhan, dan persiapan, keahlian dan improve diri di banyak hal lainnya juga sangat penting.

Selagi masih muda, jangan berhenti belajar. Cari tau banyak hal. Dan asahalah semua potensi yang telah atau belum kamu miliki. Dunia ini akan indah jika kamu mau membuatnya indah. Dan butuh usaha yang keras untuk hasil yang indah itu..........



FIGHT.....FIGHT............
ini pasti berlalu. sekarang memang terasa berat....
tapi ini hanya masalah kebiasaan....
Dan adalah tugas besar gue untuk membuat semua ini menjadi kebiasaan..........
pasti bisa...
up....up.....


**************************************************************************


Selalu Ada 2 Sisi

Dua sisi...
Dua sisi.....
yaaa........dua sisi. Ini bukan pembahasan mengenai bangun ruang loh.....**kriuk-kriuk yang bilang bangun ruang juga siapa coba....$%%%

Oke...Anyway.....gue mau sedikit share ini pemikiran gue tentang....eemm....apa ya, gue juga bingung hal ini berhubungan dengan apa. Intinya,setiap hal itu memiliki dua sisi. Dan kita harus fleksibel dalam menerima dan menjalani setiap kemungkinan dari dua sisi itu....Ehmm.....apa penjelesan gue barusan masih terlalu abstrak??

Jadi gini loh.....misalnya, kita melakukan sesuatu, pasti ada dua kemungkinan kan,yaitu berhasil atau tidak. Diterima atau tidak, lulus atau tidak, benar atau salah, dimenegrti atau enggak dan sebagainya. Dua sisi itu pasti akan selalu ada dan kita tidak bisa memaksa dan mematok akan seperti apa hasilnya nanti dan bagaimana respon dari lingkungan, baik itu orang-orang disekitar atau emang kondisi lingkungannya. Kita harus fleksibel dan open dalam menerima setiap kemungkinan dan respon dari lingkungan itu. Tidak mungkin memaksa semua orang atau semua segi itu memberi respon positif......Karena, pro dan kontra pasti akan tetap ada. Kita tidak mungkin memaksa orang lain bisa menerima kita, tidak mungin berharab terlalu banyak orang lain itu bisa baik kepada kita, percaya kepada kita, nyaman bersama kita, karena itu soal pilihan, dan mereka berhak memilih untuk bersikap seperti apa atau memberikan respon yang bagaimana. Itu sangat tergantung pada masing-masing pribadinya.

Begitu juga sebaliknya, kita berhak untuk melakukan apa yang kita mau. Berhak mengikuti kata hati kita sendiri. Menentukan arah tindakan yang kita suka. Menentukan sikap kita mau seperti apa, menyukai siapa saja, tidak suka dengan siapa saja. Terpenting itu hanyalah konsep diri kita. Selama kita yakin apa yang kita lakukan itu baik dan benar, lanjutkan. Dan jangan pernah goyah ataupun ragu hanya karena respon-respon negatif dari sekitar yang kita sendiri ga tau alasannya apa. Terpenting keyakinan kita. Masalah pro dan kontra ataupun berhasil atau gagal itu hanya lah soal respon. Dan itu alami. Kita harus fleksibel dan terbuka menerima itu. Jadikan hal-hal seperti itu sebagai penguat dan ajang introspeksi diri, tapi jangan sampai mengubah pendirian dan jati diri tanpa alasan hanya karena keinginan untuk disukai semua orang. Karena itu tidak mungkin, sebanyak-banyaknya yang suka, pasti ada yang memandang dari sisi negatif dan itu adalah suatu kewajaran. Just be you self......jangan merubah sisi mu sendiri. Dua sisi itu adalah alami. Dan kita berhak memilih sisi yang paling sesuai dengan kita. Jangan pernah goyah dan takut untuk bersikap, karena kita berhak memilih. Dan setiap pilihan itu tidak ada nilai salah atau benarnya..


             **************************************************



Rabu, 21 Maret 2012

Aku JUJUR



 Yaa....mungkin sejak beberapa waktu lalu kamu menjauh, hari ini aku akan jujur bahwa sebenarnya kamu sudah berhasil membuat aku menyukai mu. Tapi sayang, disaat rasa suka itu mulai muncul, kamu harus pergi menjauh dari aku. Aku tidak menyalahkan, karena siapapun itu, baik kamu maupun aku, kita berhak memilih. Hanya saja, aku tak semudah itu untuk men-cancel rasa suka ku kepada kamu. Apa lagi dengan intensitas aku bertemu dengan kamu. Tapi yaa sudahlah. AKu yakin ini semua akan berakhir sendiri. Mungkin kisah kita emang sebatas ini. Hanya saja, aku ingin mengatakan bahwa kamu sudah berhasil membuat aku melangkah untuk keluar dari jerat masa silam ku dan memasuki bab hidupmu. Tapi seiring dengan kondisi yang seperti ini, aku harus berusaha untuk menarik diri keluar kembali. Karena aku tidak mungkin memasuki lebih dalam lagi ruang hidupmu. Karena kamu sudah memilih....dan aku sadar.

Aku sedang menata hati ku kembali dengan lay out yang baru. Lay out yang beberapa waktu lalu sempat dipasangi bayang-bayang dirimu. Dan sekarang aku dalam proses pemulihan. Menutupi motif dirimu dengan background polos edisi terbaru. Yaa.....aku sadar bahwa memang polos tanpa motif lah yang terbaik buat tataan hatiku saat ini.
Oh...iya. Hanya sekedar penilaian. Kenyataan yang aku tau saat ini, membuat aku membaca satu karakter mu. Yaa...aku telah lancang menyimpulkan satu hal. Dan hal itu membuat aku takut untuk berpikiran aku terlibat kisah lebih jauh denganmu. Kamu bukan type pria setia yang aku cari....tapi tetap saja, ada yang lain jika aku mendengar atau melihatmu. Yaaa...mungkin ini bagian dari proses.....Aku yakin, semuanya kan kembali normal. Aku pasti bisa bersikap biasa dan tak mengubris apa-apa dengan hal-hal tentangmu. Karen kamu bisa menjadi orang biasa untukku. Pasti........

Ini lah kejujuran ku, semoga tak ada lagi yang mengganjal...******


T_T

Sore ini, tiba-tiba uni telpon aku sambil nangis. 
Kondisi papa masih belum normal itu lah kesimpulan yang aku terima.....
Aku ga bisa buat berbuat apa-apa. 
Yang aku tau mungkin ini cobaan.....
Semoga papa baik-baik saja diseberang sana dan cepat sembuh.

Kalau sudah begini, aku jadi kangen sama nenek. 
Yaa....nenek ku yang paling bawel....
Aku kangen ekspresi cemas dan peduli nenek  yang berlebihan. 
Meskipun beliau suka aneh-aneh, aku tau di dasar hati yang paling dalam beliau sangat sayang kepada kami, ya mungkin dengan cara beliau sendiri. 
Nenek..........aku kangen.....pengen meluk nenek...